Sambil menenteng plastik berisi 'special cake', Eza menghampiri tukang bakso dan bertanya, "Pak, maaf, tau alamat ini gak?" sambil menyodorkan secarik kertas pada tukang bakso tersebut. "Ooh, ini.... saya tau! biasanya saya kalo jualan lewat jalan ini" jawab tukang bakso. "Hmmm kalo dari sini kemana Pak?" tanya Eza sambil clingak clinguk memperhatikan jalan sekitar. "Dari sini, ke sana tuh!" jawab tukang bakso dengan tangan yang menunjuk ke arah jalan yang sedang dilewati oleh dua orang pejalan kaki lainnya. "Eh, itu kan.........Neta? dan di sebelah nya............" batin Eza bertanya-tanya sambil keheranan. "Trus ada gapura, belok kanan dek!" jelas tukang bakso yang masih sibuk memberitahukan arah jalan pada Eza. "Hmmmmm Pak, ini bakso satu porsinya berapa ya?" tanya Eza sambil berjalan ke belakang gerobak bakso, dengan tujuan agar tidak terlihat oleh Neta. "Yaa tergantung sih dek, satu porsi besar, apa porsi kecil" jelas tukang bakso. "Oooh, gitu ya Pak.." jawab Eza sambil mengangguk dengan mata yang terus melihat ke arah Neta & temannya. "Emang kenapa, adek mau beli?" tanya tukang bakso. "Eh? hehe, engga kok Pak, cuma nanya aja" jawab Eza sambil cengar cengir. "Yeee, si adek, kirain mah mau beli, ga tau nya cuma nanya doang!" seru tukang bakso sambil kembali merapikan dagangannya. Eza masih tertunduk di balik gerobak bakso sambil sesekali memperhatikan Neta & temannya.
"Hahahaha, bisa aja lo bang!" canda Neta dengan teman yang di sebelahnya. "Eh, misi Pak!" sapa Neta pada tukang bakso yang sedang menyusun bakso-baksonya itu dengan rapih. "Ehh, iya neng, silahkan.." jawab tukang bakso sambil tersenyum. Neta dan temannya pun berlalu dari depan gerobak bakso yang digunakan Eza untuk bersembunyi.
posted from Bloggeroid