Maret 13, 2012

Yang Terbaik ~7

Setelah berpamitan kepada kedua orang tuanya, dan dengan alasan menginap di rumah teman, Eza pun memberanikan dirinya ke Jakarta hanya untuk bertemu dengan perempuan yang sudah memberikan warna dikehidupannya. Dengan menggunakan travel, ia menuju ke Jakarta. Memang, cukup mahal, Eza pun sudah memikirkannya, namun berapapun rupiah yang keluar dari kantongnya tak menjadi masalah, asalkan itu bisa membuat Neta tersenyum bahagia.
Sepanjang perjalanan, Eza sudah membayangkan apa yang akan ia lakukan bersama Neta, nanti. Mulai dari melihat ekspresi wajah Neta yang terkejut , apa yang akan mereka bicarakan, jalan berdua, makan siang bareng, nonton film romantis, sampai akhirnya mengecup pipi kanan Neta. Eza sudah tak sabar.
Sampailah akhirnya ia di tempat pemberhentian travel tersebut. Hanya bermodalkan alamat yang pernah diberikan oleh Neta, Eza mulai mencari alamat rumah Neta, dengan bertanya-tanya pada orang-orang yang sedang lewat sekitar situ. Dan Eza pun menemukan arah menuju jalan ke rumah Neta. Karna Eza masih belum menemukan arah pasti, ia pun mencarinya dengan berjalan kaki sambil kembali bertanya-tanya pada orang lewat atau pedagang kaki lima.
Ketika ia melewati jejeran pertokoan, ia melihat satu toko kue, yang tidak begitu besar, juga tidak terlalu kecil. Toko kue yang cukup sederhana. Tampak dari depan terlihat cake yang sangat indah, bentuknya simpel, namun krim putih yang dipadu dengan campuran toping kuning dan merah muda lah yang membuatnya nampak sangat menawan, dan tidak ingin dimakan. Eza yang melihat kue itu, memiliki pikiran, bahwa ia akan memberikannya sebagai hadiah kejutan. Setelah membayar 'special cake', Eza pun keluar toko kue tersebut, dan melanjutkan pencariannya.

posted from Bloggeroid