Setelah bercanda dan saling bercerita tentang kejadian yang mereka alami masing-masing, mereka pun saling terdiam. Sesekali beradu pandangan. Di tengah keheningan, Eza pun membuka kembali pembicaraan, "Neta, aku pinjem hp kamu dong". "Hah? buat apa?" tanya Neta. "Hmmm minjem aja.." jawab Eza dengan simpel. "Nih!" seru Neta yang sambil menyodorkan handphone-nya ke arah Eza. "Tapi aku juga pinjem hp kamu!" sambung Neta sambil menarik kembali handphone-nya. "Iya iyaa... Nih!". Eza dan Neta pun saling bertukar handphone. Neta melihat-lihat isi galeri di handphone-nya Eza, yang siapa tau ada foto cewek lain selain dirinya. Dan ternyata, hanya foto-foto Neta sajalah, yang terdapat di handphone-nya Eza. Sedangkan Eza, setelah melihat foto-fotonya Neta, ia bermaksud mengirimkan foto-foto itu dari handphone Neta ke handphone Eza. Setelah berhasil mengirimkan foto-foto Neta, ia tidak tau, ingin berbuat apa lagi dengan handphone-nya Neta. Sekedar iseng, Eza membuka pesan di handphone-nya Neta. Dan di situ, ia melihat pesan-pesan dari Nino yang belum dihapus oleh Neta. Karna penasaran, Eza pun membuka pesan dari Nino, dan membaca semua percakapan antara Neta & Nino. Eza terdiam, sambil membaca dan menggerakkan ibu jarinya untuk memindahkan dari satu pesan ke pesan yang lain. Eza masih terdiam dan tak bisa berkata. Sesekali ia melirik Neta, yang sedang asyik memainkan handphone milik Eza. Eza merasa terpukul. Hatinya merasakan sakit yang amat sangat. Ia tidak ingin Neta mengetahui apa yang terjadi padanya.
Setelah membaca semua pesan dari Nino, Eza menyerahkan kembali handphone-nya Neta. Dan mereka pun kembali bertukar handphone. Eza masih tetap diam. Ada rasa sakit yang belum pernah ia rasakan. Rasa sakit yang cukup hebat!
Sore telah menjelang, matahari sudah ingin bertukar tempat dengan bulan. Neta & Eza pun akhirnya beranjak. Mereka segera kembali ke rumah Eza menggunakan sepeda tua milik kakeknya Eza. Disepanjang jalan, mereka tak henti-hentinya bercanda, hampir sesekali Eza kehilangan keseimbangan. Walaupun mereka berdua terlihat bahagia, tapi tidak dengan apa yang dirasakan oleh Eza. Ia menyembunyikan apa yang ia rasakan di depan Neta. Senyum dibalik Kesedihan.
posted from Bloggeroid